|
Ditulis oleh Eqri Saqib
|
|
Monday, 19 May 2008 |
'Aku Hendak Pindah Rumah' - Sebuah Catatan Pembacaan Sajak-sajak Aan
SEBUAH POHON
KECUP yang kau tanam di keningku
kini telah tumbuh jadi pohon lebat
Akar, batang dan cabang-cabangnya kuat
tempat anak-anak senang memanjat
Sesekali
tidakkah kau ingin datang
mengecap kecut buahnya?
M. Aan Mansyur ; Aku Hendak Pindah Rumah, halaman 99
Metafora ’sebuah pohon lebat’ yang tumbuh dari sebuah kecupan pada bait pertama dalam puisi Aan ini adalah sebuah pembukaan yang menurut saya sangat berhasil menggiring kita [atau saya setidaknya] untuk menelusur lebih jauh dan bahkan menuntaskan bacaan saya atas puisi ini.
Sebagai pembaca puisi, saya [mungkin juga anda] memerlukan bait-bait pertama seperti yang Aan buat dalam puisi ini. Ada kejutan yang memaksa saya untuk meneruskan bacaan karena ada semacam dorongan untuk mengetahui lebih jauh apa yang hendak dikatakan penyair melalui puisinya.
Pada bait kedua Aan juga saya kira masih kuat membawa imajinasi kita tentang pencitraan pohon di bait pertama dengan mengatakan bahwa hasil kecupan tadi telah menjelma menjadi akar yang kuat demikian pula batang dan cabang-cabangnya, yang dengan kekuatannya itulah bahkan anak-anak pun suka sekali bermain di antara batang-batangnya.
|
|
Last Updated ( Monday, 19 May 2008 )
|
|
..Detail...
|